Tampilkan postingan dengan label Syi'ar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syi'ar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Kriteria Pemimpin Yang Baik.

Pemilihan kepala daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah secara langsung oleh rakyat maupun pemilihan kepala negara dan dewan perwakilan rakyat pusat secara langsung pula oleh rakyat, mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan sosok pribadi pemimpin yang ideal atau sesuai dengan kebutuhan, maka sistem dan tatacara serta kriteria pencalonan harus mengarah kepada terpilihnya seorang atau sekelompok orang yang betul-betul berkwalitas. Hal ini sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan bahwa tanggung jawab kepemimpinan dalam negara demokrasi berada ditangan rakyat, karena rakyatlah yang memilih langsung. Oleh karena itu, pemahaman tentang pemimpin yang ideal haruslah diselaraskan dengan kebutuhan bangsa saat ini, bukan berdasarkan sikap subyektifitas pribadi, suka atau tidak suka, satu golongan atau tidak satu golongan. Kepemimpinan yang visioner, kuat dan transformatif, bagaimanapun akan mendorong masyarakat dan segenap elemen bangsa untuk semakin merasakan atau memilki tanggung jawab bersama dalam memajukan bangsa.
Berikut merupakan 12 kriteria calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang diharapkan mampu menjadi sosok yang ideal bagi rakyat dan negara, diantarnya:
1. Berprinsip dan Berkomitmen
Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, sejak dari dahulu hingga saat ini dan masa yang akan datang, yang selalu menjadi kunci penting adalah sejauh mana prinsip dan komitmen para pemimpin ini mengkristal dan menjadi kepribadian, khususnya bagi para anggota DPR dan bagi segenap aparatur negara pada umumnya, bukan hanya segelintir para elit saja. Hal ini penting adanya, karena penyebab terjadinya perubahan dan kemajuan dalam pembangunan adalah berdasarkan prinsip dan komitmen para pemimpinnya. Konsistensi diri dan kreasi intelektual dalam implementasi regulasi dan kebijakan untuk menangani problem dalam pengelolaan negara menjadi faktor penentu keberhasilan yang diharapkan oleh segenap lapisan masyarakat.
2. Memiliki Kredibilitas dan Kapabilitas sebagai Seorang Pemimpin
Seorang anggota dewan haruslah orang yang kredibel (memiliki moral sebagai seorang pemimpin) dan kapabel (memiliki kemampuan untuk memimpin). Beberapa hal yang harus dimiliki seorang anggota dewan adalah kreatifitas, sensitifitas, visi, dan kesabaran. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menghasilkan pemimpin pada generasi berikutnya, bukan pengikut. Karena situasi yang dihadapi berikutnya belum tentu sama dengan situasi saat ini. Seorang pemimpin yang kredibel dan kapabel juga tidak boleh hanya berorientasi jangka pendek, ia harus berfikir jangka panjang, memikirkan bagaimana kondisi rakyat untuk 5-10 tahun mendatang.
3. Jujur dan Amanah
Pemimpin haruslah seorang yang jujur dan dapat dipercaya, serta mampu mengkomunikasikan visinya. Artinya, ia harus mampu menstransformasikan visinya kepada rakyat, nilai-nilai yang dianutnya serta integritas dan kepercayaannya.
4. Bertanggung jawab
Seorang anggota dewan harus berupaya optimal sebatas kemampuannya, namun jika dia belum bisa mewujudkan harapan rakyatnya untuk kepentingan bangsa dan negara apalagi jika ia berbuat kesalahan atau terindikasi menyimpang, maka aparat bersangkutan harus legowo untuk meletakkan jabatannya, bukan justru mempertahankan posisinya dengan segala macam dalih.
5. Bijaksana dan Adil
Banyak pemimpin besar yang akhirnya jatuh karena tidak bijak menggunakan kekuasaan. Kekuasaan yang besar cenderung sewenang-wenang dan korup. Inilah awal keruntuhan dari kepemimpinan. Seorang pemimpin harus dapat menegakkan hukum demi keadilan, memberantas korupsi dan segala bentuk penyimpangan, serta membuat kebijakan dan regulasi yang peka dan memihak kepada seluruh elemen masyarakat, demi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Karena pada dasarnya setiap manusia apapun jabatannya dihadapan hukum adalah sama, maka pelanggaran hukum harus benar-benar mendapatkan perhatian yang serius, tidak peduli apapun bentuk pelanggarannya dan siapa pelakunya.
6. Profesional
Riak dan pro-kontra dukungan dalam keseharian pelaksanaan pemerintahan sudah barang tentu biasa terjadi dalam kehidupan bernegara yang pluralis. Oleh karena itu, tarik menarik kepentingan dalam hal ini hendaknya murni didasari kepentingan yang lebih luas untuk rakyat, dan bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok partai tertentu saja.
7. Cerdas dan Berwawasan Luas
Sebagai seorang calon anggota dewan yang nantinya akan mengurusi hajat hidup dan kepentingan rakyat banyak, sudah menjadi prioritas utama jika anggota dewan itu haruslah seorang yang cerdas dan berwawasan luas agar dapat menjawab tantangan dan permasalahan rakyat. Kecerdasan tidak hanya sebatas kecerdasan intelektual saja, akan tetapi juga menyangkut kecerdasan spiritual dan emosional. Kecerdasan seorang calon anggota dewan ini dapat diseleksi melalui kombinasi antara kefiguran, keprofesionalan, kompetensi serta background pendidikan dan pengalaman. Selain itu, wawasan yang luas mengenai IPTEK juga sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin untuk menghadapi tantangan di era globalisasi saat ini yang semakin kompleks.
8. Tegas
Sungguh sangat memprihatinkan apabila kita melihat perkembangan kondisi bangsa akhir-akhir ini, di mana sejumlah persoalan besar masih belum dapat diselesaikan secara tuntas, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang berlaku di negara kita. Saat ini perilaku para politisi yang kadang terlalu hiruk pikuk ketika membahas suatu kasus yang hasilnya tidak jelas. Banyak kasus yang masih menjadi pekerjaan berat pemerintah, dan jika tidak dipimpin oleh pemimpin yang tegas, akan sangat sulit mengharapkan kasus-kasus itu bisa diselesaikan. Masyarakat saat ini sudah bosan dengan sosok pemimpin yang ragu-ragu.
9. Mau Terjun Langsung
Anggota dewan memang harus terjun langsung kepada orang yang diwakilkannya, dalam hal ini rakyat. Anggota dewan harus mendengar langsung aspirasi mereka, bukan hanya dilakukan saat kampanye. Karena, kerja sesungguhnya adalah saat terpilih menjadi anggota dewan, bukan janji-janji saat mereka mencalonkan diri.
10. Ikhlas
Pemimpin yang ikhlas akan dekat di hati rakyatnya, karena hakikatnya memimpin adalah pelayanan, pengabdian, dan dedikasi diri kepada orang lain. Oleh Karena itu, seorang anggota dewan harus memilki sikap ikhlas dan siap dengan hujatan. Rakyat tidak sama pikirannya, jadi pemimpin harus siap dengan kondisi terburuk seperti itu. Hujatan, isu politik dan lain sebagainya itu merupakan konsekuensi jadi pemimpin dan hal yang biasa di jajaran parlemen, sikap dan tekad untuk pengabdian lah yang harus lebih diutamakan.
11. Bersikap Realistis
Anggota dewan yang baik harus mampu bersikap realistis dalam menyikapi keadaan bangsa saat ini sehingga bisa menentukan pilihan terbaik, serta mengerti akan kebutuhan rakyatnya. Selain itu, seorang pemimpin juga harus mampu menentukan skala prioritas dalam menjalankan tugasnya, karena tidak semua keinginan dapat dilaksanakan. Segala keinginan, hendaknya lebih mengutamakan hak rakyat dari pada kepentingan diri sendiri. karena kepentingan yang muluk-muluk dan bersifat subyektif akan mengarah pada sifat materialistis.
12. Menjunjung Tinggi Budaya Malu
Seorang pemimpin haruslah seorang yang beriman, dan salah satu ciri iman yaitu terpupuknya rasa malu dalam dirinya sendiri. Budaya Korupsi yang merajalela saat ini, telah mengawali runtuhnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Budaya-budaya inilah yang akan mematikan prestasi dan kurang memupuk jiwa kreatifitas. Oleh karena itu, saat ini masyarakat perlu ikut dan turut serta berperan aktif untuk mencegah praktek-praktek korupsi, salah satunya adalah ikut berperan aktif dalam menegakkan budaya malu. Malu dalam artian malu terhadap diri sendiri, orang lain atau masyarakat, dan utamanya kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui jika kita ingin berbuat hal-hal yang berbau korupsi.

Sumber : http://www.pewarta-indonesia.com/kolom-pewarta/kriteria-anggota-dpr/7694-memilih-calon-anggota-dpr-ri-yang-cermat-cerdas-dan-bermanfaat-16u.html

Menghindari Perilaku Dendam dan Munafik

Perilaku dendam dan munafik adalah perilaku yang tercela. Islam memerintahkan agar umatnya menghindari sifat ini. Kita tidak diperbolehkan untuk memiliki rasa dendam di dalam hati.
Pada masa Rasulullah ada seorang tokoh yang terkenal kemunafikannya, yaitu Abdullah bin Ubay. Dalam perang Uhud ia berusaha memengaruhi teman-temannya untuk mundur dari perang. Atas hasutannya, sebanyak 300 orang mengundurkan diri dari perang. Mereka takut menghadapi perang tersebut. Perbuatan Abdullah bin Ubay hanya disebabkan karena pendapatnya tidak diterima oleh Nabi Muhammad saw.. Sebelum berperang, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat. Musyawarah  itu memutuskan untuk perang terbuka. Kaum muslimin keluar dari kota Madinah menuju medan perang. Namun Abdullah bin Ubay mengusulkan agar kaum muslimin tetap bertahan di Madinah mengadang pasukan musuh. Pendapat Abdullah bin Ubay ini tidak disetujui, sehingga ketika hendak terjadi perang, Abdullah bin Ubay menghasut kawan-kawannya.
Dengan demikian, sikap ini adalah sikap tercela, karena Abdullah bin Ubay telah menyimpan dendam kepada Rasulullah sekaligus dikenal sebagai orang munafik.
Perilaku dendam dan munafik harus selalu kita hindari. Kita dapat menghindari sifat ini dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.


1. Di Keluarga
Di dalam keluarga, kita harus selalu menumbuhkan rasa saling mencintai dan penuh kasih sayang. Kita tidak boleh menaruh rasa dendam terhadap saudara kita sendiri. Apabila ada kesalahan dari salah seorang saudara kita, harus dimaafkan dan tidak diperboleh membalas dendam terhadap mereka.
Demikian pula, di dalam keluarga kita tidak boleh berkata dusta, mengingkari janji, maupun mengkhianati amanat yang diberikan kepada kita. Ketiga sifat ini jika kita lakukan akan menjerumuskan kita ke dalam kemunafikan.


2. Di Sekolah
Di dalam lingkungan sekolah pun, kita juga tidak diperbolehkan menyimpan rasa dendam terhadap warga sekolah. Sesama teman harus saling menjaga persahabatan. Pergaulan dengan teman di sekolah tidak boleh dikotori dengan sikap tercela seperti rasa dendam. Kita tidak boleh melakukan perbuatan yang memalukan dan merugikan, seperti tawuran pelajar. Perbuatan ini merupakan perilaku tercela yang biasanya dipicu dengan rasa dendam. Apabila rasa amarah disalurkan dalam kegiatan positif, seperti olahraga, bela diri, maupun ekstrakurikuler lainnya, akan lebih bermanfaat.


3. Di Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan yang sangat majemuk. Berbagai karakter ada di dalam masyarakat. Keharmonisan masyarakat sangatlah penting. Kita tidak boleh merusak keharmonisan tersebut dengan perbuatan tercela. Apabila kita memiliki rasa dendam dalam masyarakat, dapat menimbulkan perilaku anarkis, merusak ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Hal-hal baik yang harus dilakukan untuk menghindari sifat dendam dan munafik adalah sebagai berikut.
1. Menyadari bahwa perbuatan dendam dan munafik sangat membahayakan.
2. Menahan diri dari rasa amarah, melecehkan maupun mengejek orang lain
3. Bersikap ramah, ceria dan sopan terhadap siapa saja.
4. Selalu bekerja dan berbuat kebaikan.
5. Menjaga tali silaturahmi dan persaudaraan
6. Membiasakan perilaku jujur kepada siapa saja pun, di mana pun dan kapan pun.
7. Memperdalam ilmu agama dengan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di masyarakat.


Sabtu, 29 Maret 2014

Review Buku Baru Perpustakaan Mesjid Al-Hidayah.


   Ikhwahfillah, ada buku baru di perpustakaan mesjid Al-Hidayah, Nih baca reviewnya :



 
















Gara-gara Indonesia, Amerika kalah perang di Vietnam.
Gara-gara Indonesia, Napoleon kalah perang di Eropa.
Gara-gara Indonesia kolonialis kehilangan puluhan negara jajahan.
Kalau tidak ada Indonesia, mungkin Amerika tidak ditemukan Columbus.
Kalau bukan karena Indonesia, mungkin Malaria lebih mematikan.
Kalau bukan karena Indonesia, mungkin dunia tidak sedamai sekarang.
Buku ini mengungkap fakta mengejutkan yg membuat kita makin bangga sbg bangsa Indonesia. Membaca tulisan Sejarawan lulusan Univ. Indonesia ini membuat kita sadar bahwa Indonesia banyak berperan dalam perubahan dunia.




















Catatan Hati di Setiap Doaku berisi  kisah-kisah sejati, keajaiban doa yang dirasakan penulis-penulisnya. Menyentuh dan menggugah. Bagaimana masing-masing berusaha menemukan kekuatan agar tidak tenggelam dalam jerat keputusasaan saat ujianNya menyapa, setelah membaca buku ini anda akan termotivasi untuk selalu mengingat sang maha Pencipta saat ujian hidup datang.


 Think Dinar
Percayakah biaya haji turun setiap tahun? Biaya sekolah makin murah? Biaya hidup makin lega, jika anda berpikir Dinar?--Baca #Think Dinar! Sebuah buku dengan bahasa populer, mudah dicerna tapi dahsyat dan membekali dalam revolusi keuangan, menjadi Muslim yang kaya Hari ini dan Super Kaya di masa depan .

 




















Pergi Haji Dengan Rp.100


Siapa bilang menabung haji harus tunggu kaya dulu?
maukah keajaiban pergi haji terjadi untuk Anda?
Ini buku wajib buat yang punya impian pergi haji!
Sebuah kisah nyata yang akan memotivasi siapa saja yang ingin pergi haji sekalipun hidup pas-pasan, dan menginspirasi mereka yang berkecukupan tapi belum terpanggil pergi haji juga.


 

















No Excuse!

Apakah selama ini kamu merasa wajar hidup biasa-biasa saja dengan dalih: kamu dari keluarga miskin, kamu tidak bisa, kamu tidak berbakat, tidak punya modal, tidak punya relasi, pekerjaan tidak sesuai minat, dan segudang alasan lain? Saatnya No Excuse! Jangan jadikan dalih atau alasan mengecilkan karunia Allah kepadamu sebagai hamba terbaik. Lejitkan potensi dengan buku NO Excuse!


























Salon Kepribadian : Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
Salon kepribadian buat muslimah, memangnya perlu? Bukannya muslimah apalagi jika sudah berkerudung, identik dengan pribadi anggun yang menebar sejuk pada sekitar? Hm, meski seharusnya hanya menjadi sumber kebaikan, lihat kiri kanan deh, atau tatap bayangan di cermin. 
Jangan-jangan muslimah nyebelin yang butuh direhab itu kita sendiri :) Mulai dari menjadi sumber aroma tidak sedap karena bau badan, selalu ngeluh sampai teman yang dengar lama-lama pingin menjitak; atau kebiasaan asal komen, “Kok kamu gendutan sih? Iteman sih? Jerawatan sih?” Bahkan saat menjalankan ibadah pun, ternyata muslimah bisa kena label nyebelin. Contohnya muslimah yang berdoa panjang atau sibuk make up di karpet musholla, sementara antrean penuh. Asal menaruh kaus kaki ketika shalat hingga jamaah di belakangnya kebauan, dan lain-lain
. 


Yuk, buruan datang sebelum kehabisan… J




Minggu, 07 April 2013

Biografi Singkat Nabi Muhammad SAW



Muhammad SAW berasal dari kalangan suku Quraisy. Ayahnya bernama Abudllah ibn Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab ibn Murrah. Apabila ditarik ke atas, silsilah beliau sampai pada Nabi Ismail as dan Nabi Ibrahim as.

Sabtu, 06 April 2013

Nasyid (2)

Nah Ikhwah fillah, kalau yang ini adalah video grup  "The New T-4" yang sedang latihan.. Kami melakukan latihan sebelum mengikuti lomba di salah satu even di kota Tasikmalaya. Tujuan kami mengikuti lomba tersebut tentunya tidak hanya untuk mencari kemenangan, tetapi juga sebagai upaya syi'ar kami di jalan Allah..


Nasyid (1)

Ikhwah fillah ini dia salah satu kegiatan FARIH SMANDATAS, yaitu berdakwah lewat Nasyid.. Dan ini adalah Grup senior dari nasyid kami.. "SALMAN"

Jumat, 05 April 2013

April Mop


Waspadai April Mop, Hari Pembantaian Salibis terhadap Muslim Spanyol !!

Kamis, 07 Februari 2013

Rumah Kami di Sekolah

Kami, FARIH Smandatas punya basecamp yang cukup baik dari segi bangunan maupun kenyamanannya teman. Alhamdulillah kami juga dipercaya untuk mengelola perpustakaan Al-Hidayah yang sudah kami anggap sebagai bagian dari basecamp kami. Tidak ketinggalan yang paling istimewa dari FARIH ini adalah Masjid Al-Hidayah sebagai pusat kegiatan dakwah Islamiyah di SMAN 2 Tasikmalaya. Coba ditengok foto - foto keadaan Basecamp kami beberapa waktu yang lalu ini..


Jumat, 14 Desember 2012

Say "NO" to sinetron !!!


Salam..

Bagaimana kabarnya hari ini saudaraku?? Semoga antum selalu berada dalam kebaikan, aamiin..

Kali ini admin mau posting, tentang suatu fenomena yang masyaAlloh, saat ini sedang meledak sekali, apasih?? Ya! Sinetron..
hmm siapa sih yang tidak tau dengan sinetron?? dari yang mulai anak kecil, sampe yang udah tua sekali pun, yang namanya sinetron mah pasti tau.  Suatu fenomena yang bikin admin kurang srek, karena apa? Karena kenyataannya sinetron yang banyak ditayangkan di stasiun televisi sekarang itu yang tidak mendidik, bahkan lebih condong mendoktrin kita untuk jauh sama syariat-syariat islam. Bahkan menjauhkan kita kepada kebudayaan islam yang telah lama ada.

Ini merupakan pr untuk kita semua, khususnya generasi muda pembaharu bangsa  yang sedang berjuang di jalan Dakwah ini, untuk menjauhkan diri atau memanfaatkan waktu dengan tidak menonton sinetron yang tidak mendidik kita kepada kebaikan. Alangkah lebih baiknya kalau kita memanfaatkan waktu itu dengan mendekatkan diri kepada ALLOH SWT atau hal yang sifatnya positif yang dapat memberikan manfaat juga kebaikan untuk diri kita sendiri atau untuk saudara kita.


Saudaraku, tanpa kita sadari efek yang dapat ditimbulkan dari menonton sinetron itu banyak banyak sekali negatifnya. Tidak percaya? Coba deh baca di bawah ini,

Subhanalloh Sosok Bercahaya Di Masjid Nabawi


Assalamu’alaikum… ya Akhi wa Ukhti..
Lagi – lagi Allah subhanahuwata’ala menunjukkan kuasanya, dan membuktikan indahnya Islam. Kali ini Allah memperlihatkan sesosok makhluk goib

Minggu, 09 Desember 2012

Budaya FARIH


Assalamu'alaikum wr wb..

Bagaimana kabarnya saudaraku? Semoga antum selalu berada dalam naungan rahmat-Nya yang tak pernah padam..

Alhamdulillah, hari ini ana bisa posting yang pertama untuk blog ini, ya walaupun ana juga masih dalam tahap belajar, tapi kenapa ana tidak coba belajar dari blog ini..

Di postingan sebelumnya telah dijelaskan sejarah FARIH, visi dan misi FARIH jg yg lainnya tentang FARIH.. Nah rasanya ada yang kurang, kenapa? Karena hal yang paling sering dilakukan di FARIH belum dijelaskan.. Apa itu? Ya! Budaya FARIH..

Apasih Budaya FARIH itu? Budaya FARIH adalah hal-hal yang menyangkut dan sering juga harus dilakukan atau dilaksanakan oleh anggota FARIH. Mengapa? Karena Budaya FARIH bisa disebut sebagai Line atau Komando yang mengikat juga mengatur anggota selama masih dalam status Anggota FARIH.


Budaya FARIH juga dapat disebut sebagai identitas, karena di dalam Budaya FARIH itu memperlihatkan ciri bagaimana seorang Anggota FARIH itu. Bukan maksud ria atau bagaimana, hanya saja disini kami (pembentuk dan pencetus Budaya FARIH) bertujuan

Untuk Apa Kita Hidup?

Untuk apa sih kita hidup? Kita ini diciptakan dengan tujuan apa? 
Mungkin pertanyaan di atas sempat terbersit dipikiran antum. Nah ikhwah fillah, ada tiga tujuan utama kita hidup di dunia ini, 
*pertama adalah untuk beribadah,

                       
“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.”
(QS. Adz Dzariyat : 56 )

*kedua adalah
Kembali ke atas